Bus Listrik Vs Bus Diesel Vs Bus Bensin Mana yang Terbaik

Bus Listrik Vs Bus Diesel Vs Bus Bensin Mana yang Terbaik

Published: Mei 22, 2024 | Author: INVI

Masalah pemanasan global akibat emisi gas yang sebagian besar berasal dari sektor transportasi sedang menjadi perhatian utama di seluruh dunia. Di tengah kesadaran akan perlunya tindakan untuk mengurangi dampak negatif ini, pemakaian bus bertenaga listrik sebagai transportasi umum menjadi salah satu solusi utama yang ditawarkan untuk mengurangi emisi gas buang.

Pada artikel kali ini, kita akan membahas mana yang paling baik di antara bus listrik, bus diesel, dan bus bensin untuk mengurangi pemanasan global.

Karakteristik Bus Listrik, Bus Diesel, dan Bus Bensin

Bus listrik, bus diesel, dan bus bensin  memiliki karakteristik yang berbeda, terutama pada jenis bahan bakar yang digunakan untuk menggerakkan mesin.

Bus listrik menggunakan daya listrik sebagai bahan bakar untuk menjalankan mesin. Kapasitas baterai bus bertenaga listrik bervariasi. Contohnya bus Transjakarta yang memiliki kapasitas baterai 324 kWh dan jarak tempuh 250 km. 

Sementara itu, berbeda dengan mesin listrik, bus jenis diesel dan bensin menggunakan bahan bakar berbentuk cair untuk menggerakkan mesin. Bus diesel membutuhkan solar, sedangkan bus bensin memerlukan bensin atau gasoline sebagai bahan bakarnya.

Perbandingan Dampak Lingkungan dan Kesehatan Masyarakat Bus Listrik, Bus Diesel, dan Bus Bensin

Dampak yang diberikan bus listrik, bus diesel, dan bus bensin terhadap lingkungan serta kesehatan masyarakat berbeda tergantung pada jenis emisi gas yang dihasilkan oleh masing-masing kendaraan.

Bus listrik dianggap paling ramah lingkungan karena tidak menghasilkan emisi gas buang. Berkurangnya paparan polusi udara berkat penggunaan bus listrik akhirnya memberikan dampak lebih positif terhadap kesehatan, terutama pada sistem pernapasan manusia.

Namun, berbanding terbalik dengan kendaraan listrik, bus diesel dan bus bensin menghasilkan emisi gas buang berupa NOx atau mono-nitrogen oksida NO dan NO₂ yang berbahaya bagi lingkungan karena dapat menyebabkan hujan asam hingga kerusakan hutan. Hal ini juga memberikan dampak negatif bagi kesehatan, seperti sakit hidung, tenggorokan, mata, hingga pusing.

Perbandingan Biaya Operasional Bus Listrik, Bus Diesel, dan Bus Bensin

Tingginya harga baterai dan komponen penunjang lainnya membuat bus listrik cenderung lebih mahal daripada bus diesel atau bus bensin. Namun, biaya operasional yang dibutuhkan bus listrik relatif lebih hemat dibandingkan bus konvensional lainnya. Sebagai contoh, untuk menempuh jarak satu kilometer, bus bahan bakar solar menghabiskan tarif sekitar Rp3.200, sedangkan kendaraan listrik hanya membutuhkan tenaga 0,85 kWh per kilometer atau sekitar Rp654.

Dari analisis di atas, dapat disimpulkan bahwa bus listrik adalah opsi terbaik yang dapat digunakan dalam jangka panjang dari perspektif lingkungan maupun ekonomi, meskipun membutuhkan investasi awal yang besar.

Perkembangan Teknologi dan Inovasi Bus Listrik

Teknologi bus bertenaga listrik terus berkembang pesat dengan berbagai inovasi yang diluncurkan untuk meningkatkan efisiensi dan kinerjanya dibandingkan bus bensin maupun diesel. Salah satu perkembangan tersebut adalah dengan bertambahnya armada bus tenaga listrik sebesar 140% selama tahun 2023 di Indonesia. Tidak hanya itu, inovasi juga dilakukan dengan mengganti komponen-komponen yang sebelumnya diimpor menjadi komponen buatan dalam negeri.

Kebijakan Pemerintah Indonesia dalam Adopsi Bus Listrik

Kebijakan pemerintah berperan penting dalam mendorong adopsi bus berdaya listrik sebagai solusi transportasi yang lebih ramah lingkungan. Pemerintah Indonesia sendiri memberikan subsidi untuk kendaraan listrik, termasuk armada bus yang telah memenuhi minimal 40% Komponen Dalam Negeri (TKDN). Hal ini menjadi salah satu bentuk komitmen pemerintah untuk megembangkan ekosistem kendaraan listrik di Indonesia.

Itu dia pembahasan tentang pilihan terbaik antara bus listrik, bus diesel, dan bus bensin untuk mengurangi pemanasan global. Terapkan juga beberapa rekomendasi langkah pencegahan kerusakan lingkungan melalui kendaraan listrik, seperti dengan mendorong penggunaan bus tenaga listrik melalui infrastruktur pengisian yang menyeluruh, mengurangi penggunaan bus diesel dan bensin secara bertahap, serta memperhatikan teknologi dan keberlanjutan sebagai faktor utama dalam pemilihan jenis bus transportasi masa depan.